Rabu, 23 Juli 2014

kalem

Setiap orang yang menggunakan jalan wajib :
a.
Berperilaku tertib
b.
Mencegah hal
–
hal yang dapat merintangi, membahayakan
keamanan dan keselamatan lalu lintas atau yang dapat menimbulkan
kerusakan jalan.
Menurut Bahari (2010
: 23
) beberapa aturan dan etika berlalu lintas
yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pengemudi di jalan adalah sebagai
berikut :
a.
Sepeda motor, kendaraa
n bermotor yang kecepatannya lebih rendah
,
mobil barang dan kendaraan tidak bermotor berapda pada lajur kiri.
Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukan bagikendaraan
dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok ke kanan, mengubah
arah atau mendahu
lui kendaraan lain.
b.
Pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati kendaraan lain
harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari

11
kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas,
dan tersedia ruan yang cukup.
c.
Pengemudi kenda
raan yang berpapasan dengan kendaraan lain dari
arah berlawanan
pada jalan dua arah yang tidak dipisahkan secara
jelas wajib memberikan ruang gerak yang cukup disebelah kanan
kendaraan.
d.
Pengemudi kendaraan yang akan berbelok arah atau berbalik arah
wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping dan di
belakang kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk
arah atau isyarat tangan.
e.
Pengemudi yang akan memperlambat kendaraan harus mengamati
situasi lalu lintas di samping dan di belakang kendaraan dengan cara
yang tidak membahayakan kendaraan lain.

Pasal 112
(1) Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.
 http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/539/jbptunikompp-gdl-irvanferdi-26913-4-unikom_i-i.pdf

Jumat, 20 Juni 2014

Sabtu, 24 Mei 2014

14 Desember 2009

Bawa Ganja, Penganggur Ditangkap


MAPOLRES: Muhammad Nur Yahya (27) alias Tholo, warga Dusun Kalegan Kidul RT 07 RW 02 Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, ditangkap petugas Polres Salatiga belum lama ini. Pemuda pengangguran tersebut terbukti membawa barang haram berupa ganja seberat 20,04 gram.

Tertangkapnya pelaku berawal dari laporan warga tentang adanya transaksi narkoba di daerah Kemiri. Kemudian laporan itu ditindaklanjuti petugas dengan penyelidikan.

Saat penyelidikan, petugas mendapati seorang pemuda yang mencurigakan sedang nongkrong di tepi Jalan Kemiri. Tetapi, saat ditanya, pelaku malah berontak, sehingga anggota langsung menangkap dan menggeledah .

Saat digeledah, petugas tidak menemukan barang yang mencurigakan, namun polisi melakukan pencarian di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan ditemukan sebuah tas plastik warna hitam yang diselipkan di pagar rumah warga. 

Setelah dibuka, ternyata tas plastik tersebut berisi ganja. Akhirnya dia pun dibawa untuk dimintai keterangan. Tersangka akhirnya mengakui dia membawa barang terlarang.

Kapolres Salatiga AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum mengatakan, tersangka mengakui ganja tersebut milik temannya. Sementara itu, tersangka mengaku dirinya bukan pengedar ganja, karena hanya dimintai tolong temannya yang bernama Gento, warga Ambarawa untuk mengantarkan barang haram itu di daerah Kemiri.

Pemakai

Tersangka Muhammad Nur Yahya dikenai dua pasal dalam UU 22/1997 tentang Narkotika. Yakni, Pasal 78 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan Pasal 85 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

”Selain mengedarkan ganja, tersangka juga seorang pemakai, hal itu berdasarkan tes urine yang dilakukan terhadapnya,” ujar Kapolres.

Sabtu, 26 April 2014

bbbbbbiiimmmooo

Jadi penjilat yang paling tepat 
Karirmu cepat uang tentu dapat 
Jadilah Durno jangan jadi Bimo 
Sebab seorang tenang punya lidah sejuta
Hidup sudah susah jangan dibikin susah 
Cari saja senang walau banyak hutang 
Munafik sedikit jangan terlalu jujur 
Sebab orang jujur hanya ada di komik

Sabtu, 19 April 2014

hio 7 bulan

Aku tak mau terlibat segala macam tipu menipu
Aku tak mau terlibat segala macam omong kosong
Aku wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau terlibat persekutuan manipulasi
Aku tak mau terlibat pengingkaran keadilan
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo

“Mulane dulur ayo dijogo
Omongane lan kelakuane”

Aku tak mau bicara yang tentang aku sendiri tidak tahu
Aku tak mau mengerti kenapa orang saling mencaci
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau kehilangan akal sehat dipikiranku
Aku tak mau menyaksikan ada orang yang dihinakan
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo

Aku mau wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio

Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Selasa, 15 April 2014

untukmu NEGRI











                             

                        Untukmu Negeri

Perihnya masih terasa sakitnya tak terhingga
Nafsu ingin berkuasa sungguh mahal ongkosnya

Apapun yang akan terjadi aku tak akan lari
Apalagi bersembunyi takkan pernah terjadi

Air mata darah telah tumpah
Demi ambisi membangun negeri
Kalaulah ini pengorbanan
Tentu bukan milik segelintir orang

Belum cukupkah semua ini
Apakah tidak berarti lihatlah wajah ibu pertiwi
Pucat letih dan sedihnya berkarat

Berdoa terus berdoa
Hingga mulutnya berbusa-busa
Ludahnya muncrat saking kecewa
Ibu pertiwi hilang tawanya tak percaya masih ada cinta

Seluruh hidupku jadi siaga
Pagar berduri kutancapkan di hati
Untukmu negeri yang telah memberi arti
Untukmu negeri yang telah melukai ibu kami
Untukmu negeri yang telah merampas anak kami
Untukmu negeri yang telah memperkosa saudara kami
Untukmu negeri waspadalah untukmu negeri bangkitlah
Untukmu negeri bersatulah
Untukmu negeri sejahteralah

Kamu negeriku sejahteralah kamu