Sabtu, 26 April 2014

bbbbbbiiimmmooo

Jadi penjilat yang paling tepat 
Karirmu cepat uang tentu dapat 
Jadilah Durno jangan jadi Bimo 
Sebab seorang tenang punya lidah sejuta
Hidup sudah susah jangan dibikin susah 
Cari saja senang walau banyak hutang 
Munafik sedikit jangan terlalu jujur 
Sebab orang jujur hanya ada di komik

Sabtu, 19 April 2014

hio 7 bulan

Aku tak mau terlibat segala macam tipu menipu
Aku tak mau terlibat segala macam omong kosong
Aku wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau terlibat persekutuan manipulasi
Aku tak mau terlibat pengingkaran keadilan
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo

“Mulane dulur ayo dijogo
Omongane lan kelakuane”

Aku tak mau bicara yang tentang aku sendiri tidak tahu
Aku tak mau mengerti kenapa orang saling mencaci
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau kehilangan akal sehat dipikiranku
Aku tak mau menyaksikan ada orang yang dihinakan
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo

Aku mau wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio

Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Selasa, 15 April 2014

untukmu NEGRI











                             

                        Untukmu Negeri

Perihnya masih terasa sakitnya tak terhingga
Nafsu ingin berkuasa sungguh mahal ongkosnya

Apapun yang akan terjadi aku tak akan lari
Apalagi bersembunyi takkan pernah terjadi

Air mata darah telah tumpah
Demi ambisi membangun negeri
Kalaulah ini pengorbanan
Tentu bukan milik segelintir orang

Belum cukupkah semua ini
Apakah tidak berarti lihatlah wajah ibu pertiwi
Pucat letih dan sedihnya berkarat

Berdoa terus berdoa
Hingga mulutnya berbusa-busa
Ludahnya muncrat saking kecewa
Ibu pertiwi hilang tawanya tak percaya masih ada cinta

Seluruh hidupku jadi siaga
Pagar berduri kutancapkan di hati
Untukmu negeri yang telah memberi arti
Untukmu negeri yang telah melukai ibu kami
Untukmu negeri yang telah merampas anak kami
Untukmu negeri yang telah memperkosa saudara kami
Untukmu negeri waspadalah untukmu negeri bangkitlah
Untukmu negeri bersatulah
Untukmu negeri sejahteralah

Kamu negeriku sejahteralah kamu