Rabu, 22 Mei 2013

sawung jabo

Sawung Jabo seniman yang dikenal sebagai musisi kondang ini terlahir dengan nama Mochamad Djohansyah tanggal 4 Mei 1951 di Surabaya,  keterlibatannya dalam hampir segala bentuk kesenian baik itu bermusik, teater, melukis juga tari serta bersilat, Melahirkan karya seni atau terlibat dengan para seniman dari bermacam daerah seperti Surabaya, Jogja, Solo, Bandung, Sidoarjo, Jember, sampai Australia tempat ia kini  menetap bersama istri yang warga negara Australia, Suzan Piper  dan kedua anaknya Johan dan Shanti. Mengenyam pendidikan di Akademi Musik Indonesia – Yogyakarta, bergabung dalam kelompok yang pernah sohor Yogya  Kelompok Kampungan bersama Bram Makahekum, lalu mendirikan kelompok musik Barock, embrionya antara lain KAAS (Keluarga Arek-Arek Suroboyo) yang belajar di Yogyakarta serta mahasisiwa AMI dan ASRI sekitar tahun 1976. berganti nama menjadi Sirkus Barock dengan pemain tetap antara lain Innisisri, Nanu ( Alm ), Totok Tewel & Edi Darome dan musisi tambahan lainya.
Dalam pementasannya Sirkus Barock sarat nuansa teatrikal, antara lain Kanvas Putih  ( TIM), dan Tragedi (GKJ), mengeluarkan 7 album diantaranya Anak Setan (75), Fatamorgana  (94), Jula Juli Anak Negeri (01, melakukan tur ke Sydney & Melbourne (95 & 96). Salah satu karya albumnya- Musik dari Seberang Laut masuk dalam album kompilasi worldmusic di Australia, dengan judul World Without Borders (97).
Bergabung dengan Bengkel Teater Rendra di Yogyakarta semenjak 1977, membuat ia mempunyai kemampuan penguasaan panggung yang lengkap. Hijrah ke Jakarta mendirikan kelompok SWAMI , yang dalamnya terdapat para personil Sirkus Barock ditambah Iwan Fals & Naniel (Swami 1&2) dan Yocky Suryoprayogo (Swami2) melahirkan dua album Swami 1 & 2, pada tahun 1989 dan 1991, dengan hits Bento, Bongkar ( Swami 1) Hio, Kuda lumping (Swami 2).Sebelum album kedua lahir, sebagian dari kelompok Swami bergabung dengan Setiawan Djodi, WS Rendra membentuk  Kantata, berpentas di Stadion Utama Senayan 1990 juga di Solo dan Surabaya dengan judul Kantata Takwa, tercatat dengan rekord jumlah penonton. Setelah tahun tersebut mendirikan Dalbo pada tahun 1993 dan merilis album kelompok Dalbo.dan Anak Wayang duet dengan Iwan Fals, serta merilis album solo Badut. Kembali ke Australia dan beraktifitas di sana, sempat merilis album Fatamorgana bersama Sirkus Barock. Pentas di GKJ pada tahun 1996 berjudul Bayang-Bayang. Bergabung kembali dengan Kantata pada pementasan Kantata Samsara 1998.Kembali ke Indonesia akhir tahun 90an mendirikan Goro Goro bersama sejumlah musisi muda Yogyakarta dan merilis album Goro Goro ,album yang terinspirasi  gonjang ganjing negeri ini, berkeliling di daerah tapal kuda Jawa Timur.
.Di Australia membentuk Geng Gong bersama Ron Reeves, Kim Sanders , Reza Achman. Melakukan tour Indonesia di tahun 2000 dan 2003. Pada tahun yang sama masuk nominasi AMI Award untuk katagori Worldmusic. menggagas kelompok teater gerak Oyot Suket yang pentas keliling antara lain di kota  Yogyakarta, Jakarta, Bandung. Awal 2004 berpentas di Sidoarjo bersama kelompok Sirkus Barock, yang kali ini diisi oleh Inisisri, Totok Tewel, Edi Darome, Boss & Ipul (Jangan Asem, Surabaya)  berkolaborasi dengan  Kelompok Swaraparawatu  (Sidoarjo) dan perkusi Magic Skin of Drums (Bandung). Tahun 2004 mempersiapkan pementasan teater musik ”Kembalinya Legenda Sawung Galing” bersama sutradara Australia Don Mamoune yang berpentas di Indonesia pada bulan September 2004 di 5 kota  -Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Surabaya.Dari pergaulanya di Bandung membentuk grup tak resmi bernam BALLADnA yang membawakan lagu lagu bertema cinta dan perenungan , kelompok ini terdiri dari Hari Pochang (Gitar,Harmonika) Mukti-Mukti (Gitar,Vokal) Efiq Zoellfiqar ( Perkusi, Suling, Flute, Kecapi) dari Bandung, dan Firman Sitompul (Cello) dari Yogjakarta

jabo

AKHIR dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibawa; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif.
Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Dari album yang juga menghadirkan permainan gitar Eet Sjahranie dan Raidy Noor, gebukan dram Budhy Haryono serta tiupan saksofon Embong Rahardjo ini, melejit nomor Kesaksian yang sangat ekspresif
Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita.
Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan

kantata

Jika diawal munculnya Kantata menggunakan nama Kantata Takwa (1990), kemudian Kantata Samsara (1998) lalu ada Kantata Revolvere (tanpa Iwan Fals) dan kini Kantata Barock hadir tanpa WS Rendra yang sudah meninggal dunia dan tanpa salah satu motor Kantata Takwa, yaitu Yockie Suryoprayogo yang menurut Setiawan Djody sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Acara yang dihadiri oleh para wartawan, undangan dan kerabat dekat Setiawan Djody dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Diawali oleh penampilan Band Kotak yang membawakan lagu Selalu Cinta, Cuci Mata dan Pelan Pelan Saja. Keterlibatan Band Kotak dalam Kantata pernah diutarakan Setiawan Djodi pada saat acara A Masterpiece of Erwin Gutawa beberapa bulan lalu, dan saat ini Djodi membuktikannya.

Setelah Band Kotak, sedikit diberikan pengantar tentang latar belakang Kantata Barock. Kemudian Setiawan Djody, Iwan Fals, Sawung Jabo, Doddy Katamsi, Totok Tewel, Edi Daromi, Ikmal Tobing (anak dari  Jelly Tobing) dan beberapa personil Sirkus Barock tampil dengan membawakan lagu berjudul “Cinta”. Seperti biasa Iwan Fals menyanyikan lagu ini selalu dengan penuh penghayatan.

Disusul dengan beberapa lagu diantaranya Barong Aku Bento (lagu Bento versi baru yang pernah dibawakan pada dialog malam TVRI beberapa bulan lalu), Mukjizat (lagu baru Setiawan Djody), Hio, Ombak (lagu baru Iwan Fals), Bongkar dan beberapa lagu lainnya yang dibawakan oleh Setiawan Djody, Sawung Jabo, Doddy Katamsi, Kotak dan Once.

Lagu baru Mukjizat dibuat Djody karena dia bisa pulih dari sakit kanker hati yang telah dideritanya. Lagu baru Ombak dibuat Iwan Fals terinspirasi oleh rencana Willy (alm WS Rendra) yang mempunyai rencana membuat Kantata Samudra, namun tidak dapat terlaksana karena Willy telah meninggalkan kita.

Sabtu, 04 Mei 2013

engkau tetap sahabatku







Dia adalah sahabatku bahkan lebih
Dia adalah yang diburu...datang padaku
Sekedar lepas lelah dan sembunyi
Untuk berlari lagi
Dia adalah yang terbuang...mengetuk pintuku
Penuh luka dipunggungnya...merah hitam
Dia menjadi terbuang....setelah harapannya....dibuang.....
Bapaknya pegawai kecil.... kelas sandal jepit
yang kini di dalam penjara...sedang bela anaknya
Untuk darah daging yang tercinta
Selesaikan sekolah
Sahabatku...gantikan bapaknya...coba mencari kerja
Namun yang didapat cemooh
Harga dirinya berontak
Lalu dia tetapkan hati
Hancurkan sang pembuang
Air putih aku hidangkan...aku dipersimpangan
aku hitung semua lukanya...
Seribu bahkan lebih..sejuta lebih
Pagi buta dia berangkat...diam-diam
Masih sempat selimuti aku....yang tertidur
Aku terharu...doaku untukmu
Sebutir peluru yang tertinggal dibawah bantalnya
Bertali jadikan kalung lalu kukenakan
segera mengingatmu kawan
yang terus berlalu
Selamat jalan kawan...Selamat menari air mata
Hei...sahabat yang terbuang
Engkau sahabatku....tetap sahabatku