Rabu, 04 Desember 2013

MIMPIIIIIIIIIII..........

Berjalan di situ...di pusat pertokoanMelihat-lihat barang-barang yang jenisnyaberaneka ragamCari apa di sana....pasti tersediaAsal uang di kantong cukupItu tak ada soal
Aku ingin membeli..kamu ingin membeliKita ingin membeli...semua orang ingin membeliApa yang dibeli...mimpi yang terbeli...Tiada pilihan selain mencuri..
Sampai kapan mimpi-mimpi itu kita beliSampai nanti sampai habis terjual harga diriSampai kapan harga-harga itu melambung tinggiSampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi
Segala produksi ada disiniMenggoda kita 'tuk memilikiHari-hari kita berisi hasutanHingga kita tak tau diri sendiri
Melihat anak kecil mencuri mainanYang bergaya tak terjangkau olh bapaknyaYang maling

Kamis, 31 Oktober 2013

galang

kisah galang rambu anarki
2010
02.11
KETIKA Galang lahir pada 1 Januari 1982 si bapak, yang perasaannya campur-aduk karena pertama kali merasakan diri jadi ayah—merasa harus bertanggung jawab, merasa mencintai, heran, bahagia, bangga punya keturunan dan sebagainya—menciptakan lagu berjudul Galang Rambu Anarki. Lagunya cukup terkenal dan masuk album Opini (1982).
Galang tumbuh jadi anak cerdas. Endi Aras sering main tembak-tembakan dengan Galang. Muhamad Ma’mun punya karakter rekaan yang sering diceritakannya pada Galang. Namanya “Gringgrong”—seorang jagoan “kayak Tarzan” yang bisa mengalahkan harimau, naik kuda, dan mengalahkan musuh. Tiap kali Ma’mun datang menginap, cerita Gringgong ditagih Galang. Di Condet hanya ada dua kamar, “Kalau saya nginep, Galang tidur sama bapaknya,” kata Ma’mun.
Ketika beranjak remaja, Ma’mun melihat Galang badannya bagus, berbentuk. Galang bukan tipe anak hura-hura. Kalau minta uang paling buat bayar taksi pergi ke sekolah. “Untuk beli-beli dia nggak punya uang,” kata Iwan. Galang juga besar tekadnya. Suatu saat Galang, yang belum bisa menyetir mobil dan tak punya surat izin mengemudi, ingin bisa mengendarai mobil. Solusinya? Galang mengendarai mobil sekaligus dari Jakarta ke Pulau Bali!
Tapi kekerasan Galang suatu hari membuat Iwan angkat tangan. Dia datang ke Ma’mun, “Mas gimana nih, Galang nggak mau sekolah lagi?”
“Terus maunya apa?”
“Embuh, main musik atau buka bengkel.”
Galang memutuskan keluar dari SMP Pembangunan Jaya di Bintaro, yang terletak dekat rumah dan termasuk salah satu sekolah mahal di Jakarta. Iwan sering pindah rumah dan waktu itu tinggal di Bintaro. Hingga Leuwinanggung ia sudah pindah rumah 12 kali. Usia Galang 14 tahun dan sedang memproduksi rekamannya yang pertama bersama kelompok Bunga. Iwan tak bisa berbuat banyak dan membiarkan Galang putus sekolah.
Galang pernah juga kabur meninggalkan rumah. Dalam pelarian, menurut Iwan, Galang melihat poster dan foto papanya di mana-mana. “Dia merasa diawasi,” kata Iwan. Galang merasa tak bisa lari dan kembali ke rumah.
Suatu saat Iwan curiga. Iwan bertanya, “Lang, lu pakai ya?”
“Mau apa tahu Pa?” kata Galang, ditirukan Iwan.
Iwan menganggap dirinya sudah insyaf. Kok Galang yang memakai? Iwan merasa Galang meniru papanya. Mula-mula rokok lalu obat. Endi Aras mengatakan Iwan agak teledor kalau menyimpan ganja atau merokok.
Galang menerangkan dia hanya mencoba. Rasanya pusing serta teler. “Ya udah, kalau sudah tahu ya udah,” kata Iwan.
Kebetulan Galang punya pacar, seorang cewek gaul bernama Inne Febrianti, yang juga keberatan Galang memakai obat-obatan. Inne mendorong Galang tak memakai obat-obatan.
“Dia bukan pemakai. Dia sangat cinta pada keluarganya. Kontrol diri sangat kuat,” kata Iwan.
Kamis malam 24 April 1997 sekitar pukul 11:00 malam Galang pulang ke rumah, setelah latihan main band. Dia makan lalu pamit pada papanya mau tidur. Mamanya lagi tak enak badan. Iwan masih mendengar Galang telepon-teleponan.
Subuh sekitar 4:30 Kelly Bayu Saputra, sepupu Galang yang tinggal di sana, mau mengambil sisir di kamar Galang. Kelly memanggil Galang tapi tak bangun. Kelly mendekati Galang dan menggoyang-goyangkan badannya. Lemas. Kelly kaget. Dia mengetuk kamar Yos. Yos bangun dan menemukan Galang badannya dingin. “Saya turun ke bawah, panggil Iwan,” kata Yos.
Keluarga heboh. Iwan terpukul sekali. Pagi itu saudara-saudaranya datang. Mereka menghubungi semua kerabat dan teman. Leo Listianto, adik Iwan, menelepon Ma’mun di Karawaci. “Saya masih tidur, antara percaya, tidak percaya,” kata Ma’mun.
Sepuluh menit kemudian, Ma’mun ditelepon Dyah Retno Wulan, adiknya Leo, biasa dipanggil Lala, juga memberitahu Galang meninggal. “Saya bengong,” kata Ma’mun. Dia segera menuju Bintaro.

Fidiana menerima telepon dari Ari Ayunir. Fidiana membangunkan Iwang Noorsaid, suaminya, “Wang, ini ada berita duka … Galang meninggal.” Mereka agak tak percaya karena beberapa hari sebelumnya pasangan ini bertamu ke Bintaro dan melihat Galang mondar-mandir. Mereka mencoba telepon ke Bintaro tapi nada sibuk. Mereka menelepon Herri Buchaeri, Endi Aras, dan beberapa rekan lain sebelum naik mobil ke Bintaro.
Endi Aras mengatakan, “Pagi-pagi aku dapat kabar. Iwang Noorsaid yang telepon.” Endi sampai di Bintaro sekitar pukul 5:30. “Aku ikut memandikan (jasad Galang),” kata Endi.
Ketika Iwan memandikan jasad anaknya, dia berujar berkali-kali, “Galang, kamu sudah selesai, Papa yang belum … Lang, kamu sudah selesai, Papa yang belum ..…” Kalimat itu diucapkan Iwan berkali-kali.
Ma’mun dirangkul Iwan. “Jagain Mas, jagain anak-anak Mas,” kata Iwan, seakan-akan hendak mengatakan ia sendiri kurang menjaga anaknya dengan baik.
“Yos histeris, menangis ketika saya peluk. ‘Aduh, anak saya sudah meninggal mendahului saya,’” kata Fidiana. Iwan tak banyak bicara, menunduk, menangis, dan hanya bilang “terima kasih” kepada tamu-tamu. “Kepada kita dia nggak ngomong sama sekali,” kata Fidiana.
Galang dimakamkan di mana? Ada usul pemakaman Tanah Kusir dekat Bintaro. Iwan emosional, ingin memakamkan Galang di rumahnya. Bagaimana aturannya? Iwan pun memutuskan menelepon kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari Nahdlatul Ulama. Saat itu Gus Dur belum jadi presiden Indonesia. Iwan menganggap Gus Dur “guru mengaji” yang terbuka, tempat orang bertanya. Gus Dur mengerti hukum Islam maupun hukum pemerintahan.
Gus Dur dalam telepon menjelaskan dalam aturan Islam diperbolehkan memakamkan jenazah di rumah. Pemakaman bergantung wasiat almarhum atau keinginan keluarga. Tapi di Jakarta tak bisa memakamkan orang di rumah sendiri karena keterbatasan lahan. “Di Jakarta nggak boleh … kalau Bogor boleh.”
Kata “Bogor” itu mengingatkan Iwan pada Leuwinanggung. Keluarga pun memutuskan Galang dimakamkan di Leuwinanggung.
Menurut Harun Zakaria, seorang tetangga Iwan di Leuwinanggung, yang juga menjaga kebun Iwan, dia dihubungi Lies Suudiyah, ibunda Iwan. “Bu Lies datang ke sini. Dia bilang, ‘Cucunda meninggal. Tolong di sini kuburannya,” kata Harun.
Jenazah disemayamkan dulu di masjid Bintaro. Sekitar 2.000 jamaah salat Jumat di masjid itu ikut menyembahyangkan Galang. Banyak seniman, tetangga, kenalan Iwan, dan Yos datang menyampaikan duka. Setiawan Djody, W.S. Rendra, Ayu Ayunir, Jalu, Totok Tewel, Jockie Suryoprayogo, juga tampak di sana. Spekulasi wartawan maupun pengunjung memunculkan gosip bahwa dada Galang kelihatan biru. Galang digosipkan overdosis. Ini merambat ke mana-mana karena tubuh Galang kurus ceking.
Orang sebenarnya tak tahu persis penyebab kematian Galang karena tak ada otopsi terhadap jenazahnya. Kawan-kawan Iwan memilih diam. Mereka merasa tak nyaman mengecek spekulasi overdosis kepada orangtua yang berduka. Kresnowati pernah diberitahu Yos bahwa penyebab kematian Galang penyakit asma. Fidiana mengatakan beberapa hari sebelum kematian, Yos mengatakan Galang lagi sakit-sakitan. Iwan mengatakan pada saya, fisik Galang “agak lemah” dan “Galang lemah di pencernaan.”
Namun Iwan dan Ma’mun menyangkal spekulasi overdosis. Galang memang mencoba obat-obatan tapi tak serius. Iwan mengatakan dua bulan sebelum meninggal, Galang “sudah bersih.” Iwan percaya anaknya punya kontrol diri.
Menurut teman-temannya, Yos menilai petualangan Galang merupakan protes terhadap Iwan. Galang butuh perhatian papanya tapi Iwan terlalu sibuk. Yos di mata mereka lebih tabah menghadapi kematian Galang. Iwan lebih terpukul dan menyesal. “Setelah Galang meninggal, dia sudah nggak nggelek-nggelek. Salatnya sudah rajin,” kata Endi Aras.
September lalu di keheningan Leuwinanggung, saya tanyakan pada Iwan bagaimana perasaannya sekarang, lima tahun setelah kematian Galang.
Dia menggeser posisi duduknya dan mengatakan, “Sampai sekarang masih ngimpi, terutama zaman manis-manisnya ketika Galang masih kecil.”
Iwan mengatakan kalau bercermin pada masa-masa ketika Galang masih ada, dia melihat kekurangan-kekurangannya sebagai suami maupun ayah. “(Kematian Galang) membuat saya menghargai fungsi bapak, fungsi suami. Kalau saya dulu bisa lebih bersahabat, jadi gurunya, jadi lawannya, mungkin akan lain ceritanya.”
“Tapi ini semua nggak bisa dibalik.”
Diambil hikmahnya, Iwan bercerita bahwa kematian Galang jadi “api” buat dirinya dalam bermusik.
“Dia pilih musik, bahkan dia keluar sekolah. Dia mau menikah waktu itu. Dia percaya musik bisa menghidupi istrinya. Masakan saya nggak berani … rasanya di sini senep (sesak) … hoooaah … dari sini senep … apalagi kalau kenangan-kenangan itu datang,” kata Iwan. Dia tiba-tiba berteriak, “Hoooooooaaaaah ….”
Saya mengalihkan pandangan mata saya dari mata Iwan. Dia menelungkupkan kedua tangannya di dada. Kami diam sejenak. Saya minta maaf karena mengingatkannya pada kematian Galang. Iwan bilang tak apa-apa. “Kadang-kadang kalau lagi sedih … senep. Tapi kalau lagi senang ya lupa

Rabu, 16 Oktober 2013

HIO KECILKU

21 september 2013 07.15
KHOIRUL HIO ADITYA

Selasa, 23 Juli 2013

kantata samsara

oooo tentreming ati , tentreming donya
Bila ruang waktu berbenturan

 Bila bintang diganti satelit

 Manusia bunuh jarak

 Evolusi kehidupan makin jelas
Bila hidup butakan budaya 

Bila anarkhi membara rakyat merana 

Daulat daya hidup jadi semu

 Demokrasi bibir jalanan, bukan penyelesaian
Keadilan kehidupan ditegakkan 

Kebersamaan kemakmuran dilautkan
Apakah masih ada angin cinta kebersamaan 

Gerhana meratap jiwa membara 

Kesatuan berbangsa, digemakan Samsara 

Galileo! Samsara
Angin berputar-putar di tengah matahari 

Bila anarkhi dan emosi bernyanyi 

Kepalsuan membudaya merobohkan masa depan 

Tergilas kehidupan melanium
Emosi membara, anarkhi menyala 

Serakah membara, membuahkan kesenjangan 

Oligarki monopoli daya mati 

Demokrasi ekonomi daya hidup
singgah singgah kala singgah - Galileo,

 Samsarapan suminggah - Galileo, 

Samsaradurga kala sumingkira - Galileo,

 Samsarasinga sirah singa suku - Galileo, 

Samsarasinga tan kasat mata - Galileo, 

Samsarasinga tenggak singa wulu singa bahu - Galileo, 

Samsarakabeh pada sumingkira - Galileo, 

Samsarabalia mring asal neki - Galileo,

 Samsara 

Jumat, 28 Juni 2013

tak lengkap tanpa galang

Galang rambu anarki anakku
lahir awal januari menjelang pemilu
galang rambu anarki dengarlah
terompet tahun baru menyambutmu
galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai bbm
membumbung tinggi (melambung)

maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi
susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi
mungkin bayi kurang gizi (anak kami)
galang rambu anarki anakku
cepatlah besar matahariku
menangis yang keras, janganlah ragu
tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu

raya

Kehangatan dan keakraban keluarga Iwan Fals terbukti sangat mempengaruhi karya-karya dari sang kepala keluarga. Bulan Juni 2013 ini, Iwan Fals merilis album terbaru bertajuk Raya, nama yang diambil dari nama putra bungsunya, Raya Rambu Rabbani, yang kini berusia sepuluh tahun. Berisi 18 lagu yang dibagi ke dalam dua cakram, album ini berisi ungkapan kegembiraan, kegelisahan, dan kesedihan penyanyi yang akrab disapa Bang Iwan ini.

"Udah lama nggak bikin lagu sejak album Keseimbangan, ini bukti kalau saya pemusik. Ini jadi catatan-catatan saya tiga tahun setelah itu. Keputusan bareng-bareng ambil nama Raya," kata Iwan dalam peluncuran dan diskusi di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta,.

Awalnya ada 24 lagu yang diciptakan Iwan, namun kemudian diputuskan hanya 18 saja yang diambil. Menurut istri Iwan Fals, Rosana, album ini seperti album suaminya yang sebelumnya, merupakan potret keadaan yang harus dikemukakan dan dipedulikan. "Biar enak jadi 18 lagu. Cikal (anak kedua Iwan --Red.) dan saya yang pilih lagunya, Mas Iwan nggak bisa milih," kata wanita yang akrab disapa Mbak Yos ini.

Iwan mengaku terinspirasi ketika memperhatikan putra bungsunya ketika pergi sekolah harus membawa tas yang berat. "Saya perhatikan Raya kok berat banget hidupnya. Tugas dari sekolah, pulang sore, ngaji, les, banyak banget. Kenyataannya kita harus hidup dengan gembira, penuh kesadaran, dan perjuangan," tutur pelantun lagu Aku Bukan Pilihan ini.

Dalam album Raya, ada pula suara Lea Simanjuntak yang menyanyikan dua buah lagu bersama Iwan, bertajuk Aku Ada dan Katanya. "Ini bukan pertama kali, tapi ini kesempatan berharga karena nggak semua musisi dan seniman bisa kerja sama dengan Iwan Fals, saya ngefans sama Bang Iwan dan merasa naik kelas karena ini salah satu impian saya," tutur Lea, dalam kesempatan yang sama.

Yang istimewa dalam album Raya ada sebuah lagu berjudul Dajal.net. Menurut Iwan, lagu itu merupakan cerita mengenai fenomena teknologi canggih yang sangat menyedot perhatian dan waktu kebanyakan orang. "Dari qur`an sampe yang lain ada di situ. Semua orang jadi nunduk, bangun tidur langsung buka. Itu jadi pembicaraan saya dan Toto. Ini dajal, mata satu. Gadget kan layarnya juga cuma satu. Tadinya deket jadi jauh karena gadget," tutur penyanyi yang mengaku belajar lagi Iqra dari gadget juga.

Bagi keluarga Iwan Fals, hidup adalah musikal dan berbagi. Meski Cikal mengaku ketika Iwan Fals sedang produktif, ia tidak isaa berhenti dan membingungkan. Namun sekeluarga mereka berharap album ini dapat memenuhi harapan penggemar yang sudah cukup lama menunggu

Kamis, 06 Juni 2013

iwan 2013

Menunggu Album Baru Iwan Fals 2013

album iwan fals 2013
Seperti kabar yang sudah dipublish banyak media, album baru Iwan Fals akan rilis pada bulan Juni 2013. Dan saking banyaknya media yang memberitakan hal ini, makin banyak pula versi seputar album baru Iwan Fals nanti. Beragam versi berita itu bisa jadi sengaja menjadi 'bumbu' atau memang pernyataan Iwan kepada media yang kurang jelas diterjemahkan. Kita coba mengulas dari sudut pandang iwanfalsmania.com.


Ada media yang mengabarkan album baru Iwan Fals tahun 2013 ini berisi 15 lagu. Media lain menyatakan 18 lagu, bahkan ada yang bilang 20 lagu. Tapi dari sekian banyak versi berita mengenai album baru Iwan Fals, persamaannya adalah Iwan sudah menyiapkan 24 lagu, namun tidak semua dimasukkan ke dalam album terbarunya kelak. Nah jumlah lagu yang dimasukkan itulah yang beragam versinya. Kalau ditanya, penggemar pasti maunya album baru berisi ribuan atau jutaan lagu, hehehe. Tetapi dengan jumlah yang wajar-wajar saja seperti 15 lagu bagi saya sudah cukup menghibur.
Informasi lainnya, suatu waktu Iwan pernah bilang album baru ini akan rilis Januari 2013 namun karena ada kendala maka mundur menjadi bulan Maret 2013. Kemudian hingga akhirnya dalam sebuah konprensi pers di bulan April ini, Iwan mengatakan album baru ini akan rilis pada Juni 2013. Semoga tidak berubah lagi :).
Kebanyakan dari kita tidak begitu paham lika liku proses pembuatan album hingga bisa dinikmati konsumen. Pastinya ribet deh urusan ijin ini itu dan sebagainya. Belum lagi proses rekaman, mixing sampai mendapatkan hasil yang terbaik. Ditambah lagi urusan cover dan sebangsanya yang juga makan waktu. Dan juga masalah pendanaan semuanya yang pasti tidak murah. Tapi kita sebagai penggemar Iwan Fals tidak terlalu mempermasalahkan jadwal rilis album yang mundur. Hanya memang jeda waktu penantian selama 3 tahun dari album sebelumnya, Keseimbangan (tahun 2010) memang cukup lama. Namun selama masa penantian itu, Iwan Fals sangat aktif 'ngamen' dimana-mana sehingga kerinduan penggemar sedikit terobati.
Untuk komposisi lagu dalam album baru Iwan Fals, ini teka-teki yang paling saya suka. Yang sering dikabarkan adalah album terbaru kelak selain berisi lagu baru, juga akan diisi beberapa lagu yang kerap dinyanyikan dalam konser namun belum pernah direkam.
Mengenai yang terakhir ini kita penggemar biasa menyebutnya dengan lagu non-komersil atau lebih akrab dengan istilah 'lagu ghoib'. Mengenai lagu 'ghaib' Iwan Fals pernah saya ulas sedikit pada tulisan Inikah Album Baru Iwan Fals? . Namun lagu 'ghoib' mana yang akan disertakan dalam album baru ini saya tidak tahu. Apakah lagu Negeri Kaya masuk? Sinyal lagu ini masuk album baru pernah disinggung Iwan saat konser di Jogja tahun 2012. Bisa jadi yang masuk album baru adalah lagu 'ghaib' yang rekamannya sudah banyak dimiliki banyak penggemar, atau justru lagu 'ghoib' yang baru sesekali dinyanyikan dikalangan internal dan rekamannya tidak familiar di kalangan penggemar. Dan kalaupun lagu ghoibnya tidak jadi juga tidak masalah, tentu Iwan punya pertimbangan sendiri. Untuk lagu ghoib ini, sekedar mengingatkan kalau pada album Keseimbangan juga dimasukkan beberapa lagu ghoib.
Lalu berita yang sama yang paling banyak ada di media adalah disertakannya lagu mengenai kopi. Seperti kita tahu Iwan Fals sekarang menjadi bintang iklan produk kopi, dan sangat wajar kalau proyek album terbarunya ini mendapat dukungan dari produsen kopi tersebut dimana konser-konser Iwan Fals kini disponsori penuh produk itu.
Namun lagi-lagi kita sebagai penggemar tidak terlalu mempermasalahkan seperti apa nantinya lagu-lagu dalam album baru ini. Mau enak atau jelek bisa dipastikan dalam tempo seminggu sudah ada yang hafal seisi album. Dan kami yakin sudah pasti penentuan komposisi lagu dalam album terbaru Iwan Fals telah dipikirkan matang-matang dari berbagai sisi. Tinggal menunggu waktu saja akankah lagu-lagu tersebut diterima pasar, dipuji atau dicaci.
Dan terakhir mengenai judul album. Informasi dari sebuah media  ditulis album terbaru Iwan Fals tahun 2013 ini akan berjudul RAYA. Disini ada dua persepsi. Bisa jadi yang dimaksud 'Raya' atau 'Rayya' dengan dua huruf 'y'. Karena kalau kedua kata itu diucapkan bunyinya mirip, maka bisa membingungkan penulisnya. Raya, kita sudah paham maknanya. Kalau Rayya, adalah nama anak terakhir Iwan Fals. Bisa jadi judul album ini menggunakan nama anak Iwan, dan akan ada lagu dengan judul sama mengingat selama ini belum ada lagu mengenai anak ketiga Iwan yang dipublikasikan. Nama kakak-kakaknya (alm. Galang dan Cikal) sudah dijadikan judul lagu. Seingat saya dalam sebuah media, dulu Iwan Fals berkata sudah membuat lagu untuk anak ketiganya yang baru lahir dengan judul Rayalah Rayya. Mungkin lagu ini ikut dimasukkan kedalam album barunya.
Nah, album ini mau pakai judul apapun bagi kita penggemar bukan sebuah masalah. Bahkan album tanpa judul Iwan Fals tahun 1992 malah menjadi salah satu album yang diburu oleh penggemar hingga sekarang.
Sedikit catatan. Mengingat dukungan dari produk kopi, saya berharap sistem penjualan album baru ini akan jauh lebih baik dibanding album sebelumnya. Sehingga penggemar tidak merasa ribet membelinya dan bajakan mp3 album baru Iwan Fals tidak menjadi buruan dibanding album fisiknya.
Seperti itulah pandangan iwanfalsmania.com dalam masa penantian album baru Iwan Fals tahun 2013 ini. Jujur saja rasa kerinduan pada album baru ini tidak terlalu 'tebal' seperti waktu yang lalu. Sebab Iwan Fals sangat rajin konser di banyak kota di Indonesia yang kadang disiarkan langsung melalui TV. Apalagi kini setiap hari kita melihat Iwan Fals berkali-kali di layar kaca juga pada banner-banner iklan raksasa dijalanan bahkan di warung-warung. Juga kicauannya di twitter yang selalu terbaca meski Iwan lebih suka 'monolog' dan 'pelit' berinteraksi dengan penggemar yang tidak dia kenal. Dan kini Iwan Fals 'menghantui' kita dimana-mana... Baik buruknya kita saring sendiri saja. Setidaknya Iwan Fals masih 'ada' untuk berkarya

Rabu, 22 Mei 2013

sawung jabo

Sawung Jabo seniman yang dikenal sebagai musisi kondang ini terlahir dengan nama Mochamad Djohansyah tanggal 4 Mei 1951 di Surabaya,  keterlibatannya dalam hampir segala bentuk kesenian baik itu bermusik, teater, melukis juga tari serta bersilat, Melahirkan karya seni atau terlibat dengan para seniman dari bermacam daerah seperti Surabaya, Jogja, Solo, Bandung, Sidoarjo, Jember, sampai Australia tempat ia kini  menetap bersama istri yang warga negara Australia, Suzan Piper  dan kedua anaknya Johan dan Shanti. Mengenyam pendidikan di Akademi Musik Indonesia – Yogyakarta, bergabung dalam kelompok yang pernah sohor Yogya  Kelompok Kampungan bersama Bram Makahekum, lalu mendirikan kelompok musik Barock, embrionya antara lain KAAS (Keluarga Arek-Arek Suroboyo) yang belajar di Yogyakarta serta mahasisiwa AMI dan ASRI sekitar tahun 1976. berganti nama menjadi Sirkus Barock dengan pemain tetap antara lain Innisisri, Nanu ( Alm ), Totok Tewel & Edi Darome dan musisi tambahan lainya.
Dalam pementasannya Sirkus Barock sarat nuansa teatrikal, antara lain Kanvas Putih  ( TIM), dan Tragedi (GKJ), mengeluarkan 7 album diantaranya Anak Setan (75), Fatamorgana  (94), Jula Juli Anak Negeri (01, melakukan tur ke Sydney & Melbourne (95 & 96). Salah satu karya albumnya- Musik dari Seberang Laut masuk dalam album kompilasi worldmusic di Australia, dengan judul World Without Borders (97).
Bergabung dengan Bengkel Teater Rendra di Yogyakarta semenjak 1977, membuat ia mempunyai kemampuan penguasaan panggung yang lengkap. Hijrah ke Jakarta mendirikan kelompok SWAMI , yang dalamnya terdapat para personil Sirkus Barock ditambah Iwan Fals & Naniel (Swami 1&2) dan Yocky Suryoprayogo (Swami2) melahirkan dua album Swami 1 & 2, pada tahun 1989 dan 1991, dengan hits Bento, Bongkar ( Swami 1) Hio, Kuda lumping (Swami 2).Sebelum album kedua lahir, sebagian dari kelompok Swami bergabung dengan Setiawan Djodi, WS Rendra membentuk  Kantata, berpentas di Stadion Utama Senayan 1990 juga di Solo dan Surabaya dengan judul Kantata Takwa, tercatat dengan rekord jumlah penonton. Setelah tahun tersebut mendirikan Dalbo pada tahun 1993 dan merilis album kelompok Dalbo.dan Anak Wayang duet dengan Iwan Fals, serta merilis album solo Badut. Kembali ke Australia dan beraktifitas di sana, sempat merilis album Fatamorgana bersama Sirkus Barock. Pentas di GKJ pada tahun 1996 berjudul Bayang-Bayang. Bergabung kembali dengan Kantata pada pementasan Kantata Samsara 1998.Kembali ke Indonesia akhir tahun 90an mendirikan Goro Goro bersama sejumlah musisi muda Yogyakarta dan merilis album Goro Goro ,album yang terinspirasi  gonjang ganjing negeri ini, berkeliling di daerah tapal kuda Jawa Timur.
.Di Australia membentuk Geng Gong bersama Ron Reeves, Kim Sanders , Reza Achman. Melakukan tour Indonesia di tahun 2000 dan 2003. Pada tahun yang sama masuk nominasi AMI Award untuk katagori Worldmusic. menggagas kelompok teater gerak Oyot Suket yang pentas keliling antara lain di kota  Yogyakarta, Jakarta, Bandung. Awal 2004 berpentas di Sidoarjo bersama kelompok Sirkus Barock, yang kali ini diisi oleh Inisisri, Totok Tewel, Edi Darome, Boss & Ipul (Jangan Asem, Surabaya)  berkolaborasi dengan  Kelompok Swaraparawatu  (Sidoarjo) dan perkusi Magic Skin of Drums (Bandung). Tahun 2004 mempersiapkan pementasan teater musik ”Kembalinya Legenda Sawung Galing” bersama sutradara Australia Don Mamoune yang berpentas di Indonesia pada bulan September 2004 di 5 kota  -Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Surabaya.Dari pergaulanya di Bandung membentuk grup tak resmi bernam BALLADnA yang membawakan lagu lagu bertema cinta dan perenungan , kelompok ini terdiri dari Hari Pochang (Gitar,Harmonika) Mukti-Mukti (Gitar,Vokal) Efiq Zoellfiqar ( Perkusi, Suling, Flute, Kecapi) dari Bandung, dan Firman Sitompul (Cello) dari Yogjakarta

jabo

AKHIR dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibawa; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif.
Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Dari album yang juga menghadirkan permainan gitar Eet Sjahranie dan Raidy Noor, gebukan dram Budhy Haryono serta tiupan saksofon Embong Rahardjo ini, melejit nomor Kesaksian yang sangat ekspresif
Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita.
Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan

kantata

Jika diawal munculnya Kantata menggunakan nama Kantata Takwa (1990), kemudian Kantata Samsara (1998) lalu ada Kantata Revolvere (tanpa Iwan Fals) dan kini Kantata Barock hadir tanpa WS Rendra yang sudah meninggal dunia dan tanpa salah satu motor Kantata Takwa, yaitu Yockie Suryoprayogo yang menurut Setiawan Djody sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Acara yang dihadiri oleh para wartawan, undangan dan kerabat dekat Setiawan Djody dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Diawali oleh penampilan Band Kotak yang membawakan lagu Selalu Cinta, Cuci Mata dan Pelan Pelan Saja. Keterlibatan Band Kotak dalam Kantata pernah diutarakan Setiawan Djodi pada saat acara A Masterpiece of Erwin Gutawa beberapa bulan lalu, dan saat ini Djodi membuktikannya.

Setelah Band Kotak, sedikit diberikan pengantar tentang latar belakang Kantata Barock. Kemudian Setiawan Djody, Iwan Fals, Sawung Jabo, Doddy Katamsi, Totok Tewel, Edi Daromi, Ikmal Tobing (anak dari  Jelly Tobing) dan beberapa personil Sirkus Barock tampil dengan membawakan lagu berjudul “Cinta”. Seperti biasa Iwan Fals menyanyikan lagu ini selalu dengan penuh penghayatan.

Disusul dengan beberapa lagu diantaranya Barong Aku Bento (lagu Bento versi baru yang pernah dibawakan pada dialog malam TVRI beberapa bulan lalu), Mukjizat (lagu baru Setiawan Djody), Hio, Ombak (lagu baru Iwan Fals), Bongkar dan beberapa lagu lainnya yang dibawakan oleh Setiawan Djody, Sawung Jabo, Doddy Katamsi, Kotak dan Once.

Lagu baru Mukjizat dibuat Djody karena dia bisa pulih dari sakit kanker hati yang telah dideritanya. Lagu baru Ombak dibuat Iwan Fals terinspirasi oleh rencana Willy (alm WS Rendra) yang mempunyai rencana membuat Kantata Samudra, namun tidak dapat terlaksana karena Willy telah meninggalkan kita.

Sabtu, 04 Mei 2013

engkau tetap sahabatku







Dia adalah sahabatku bahkan lebih
Dia adalah yang diburu...datang padaku
Sekedar lepas lelah dan sembunyi
Untuk berlari lagi
Dia adalah yang terbuang...mengetuk pintuku
Penuh luka dipunggungnya...merah hitam
Dia menjadi terbuang....setelah harapannya....dibuang.....
Bapaknya pegawai kecil.... kelas sandal jepit
yang kini di dalam penjara...sedang bela anaknya
Untuk darah daging yang tercinta
Selesaikan sekolah
Sahabatku...gantikan bapaknya...coba mencari kerja
Namun yang didapat cemooh
Harga dirinya berontak
Lalu dia tetapkan hati
Hancurkan sang pembuang
Air putih aku hidangkan...aku dipersimpangan
aku hitung semua lukanya...
Seribu bahkan lebih..sejuta lebih
Pagi buta dia berangkat...diam-diam
Masih sempat selimuti aku....yang tertidur
Aku terharu...doaku untukmu
Sebutir peluru yang tertinggal dibawah bantalnya
Bertali jadikan kalung lalu kukenakan
segera mengingatmu kawan
yang terus berlalu
Selamat jalan kawan...Selamat menari air mata
Hei...sahabat yang terbuang
Engkau sahabatku....tetap sahabatku


Rabu, 17 April 2013

seprti matahari

Keinginan adalah sumber penderitaan 
Tempatnya didalam pikiran 
Tujuan bukan utama 
Yang utama adalah prosesnya
Kita hidup mencari bahagia 
Harta dunia kendaraannya 
Bahan bakarnya budi pekerti 
Itulah nasehat para nabi
Ingin bahagia derita didapat 
Karena ingin sumber derita 
Harta dunia jadi penggoda 
Membuat miskin jiwa kita
Ada benarnya nasehat orang orang suci 
Memberi itu terangkan hati 
Seperti matahariYang menyinari bumi 
Yang menyinari bumi
Ingin bahagia derita didapat 
Karena ingin sumber derita 
Harta dunia jadi penggoda 
Membuat miskin jiwa kita

Rabu, 03 April 2013

bento

Penyanyi yang dikenal sebagai Bob Dylan nya Indonesia ini mungkin sudah kenyang dengan represi dan cekalan yang diberikan oleh pemerintah orde lama saat itu. Namun tak ada rasa kapok bagi pemilik nama asli Virgiawan Listianto ini untuk menyuarakan keadilan, protes dan hal sosial lainnya.

Puncaknya adalah saat dia mendirikan SWAMI bersama musisi lainnya seperti Sawong Jabo. Kartya yang terkenal adalah Bongkar dan Bento yang memang ditujukan untuk pemerintahan orde baru kala itu

Minggu, 10 Maret 2013

di mata air tak ada air mata

Memetik gitar dan bernyanyi
Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah
Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta
Untuk Jiwa yang terluka
Tengah lagu suaraku hilang
Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara
Gantikan denting gitarku
Mengoyak paksa nurani
Jauhkan jarak pandangku
Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
Walau aku tahu tak terdengar
Jariku menari tetap takkan berhenti
Sampai wajah tak murung lagi
Amarah sempat dalam dada
Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari
Kupetik gitar di rembulan
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata

nyanyian preman

Wajahku disabet angin jadi tembaga
 Ketombe dirambut celana kusut 
Umurku ditelan jalan dalam kembara 
Impian dirumput ah cerita butut
Addressku pojokan jalan tapi merdeka 
Hidupku bersatu bersama rakyat 
Jiwaku menolak menjadi kuku garuda 
Hatiku setia meskipun cacat
Ooh oohYa ya ya ya ya ya ya
T K WSusu macanIjasah SDPengalaman
T K WSusu macanIjasah SDPengalaman
Kugenggam nasibku mantap tanpa sesalan
 Bapakku mentari bundaku jalan 
Hidupku berlangsung tanpa buku harian 
Berani konsekuen pertanda jantan

Kamis, 28 Februari 2013

krisis pemuda

Bermacam macam tuduhan
Yang menimpa pemuda
Bermacam macam sindiran
Menyelimuti hidup pemuda

Tak ada yang mau mengerti
Akan segala kemampuannya
Dan tak ada yang mau peduli
Mengapa sampai jadi korban
Kelinci kelinci percobaan

Semua sibuk dengan kekayaan
Semua sibuk dengan alasan
Seakan melepas kasih sayangnya

Dimana kusumbangkan tenaga
Demi laju bangun negara
Tapi tak sempat ku berbicara
Lowongan kerja tak kudapatkan

Sistim koneksi
Sistim famili
Merajalela di setiap instansi

Sistim koneksi
Sistim famili
Merajalela di setiap instansi

Oh oh oh oh
Krisis pemuda
Melanda negeri tercinta (Indonesia)

Oh oh oh oh
Krisis pemuda
Melanda negeri tercinta (Indonesia)

Rabu, 06 Februari 2013

coretan dinding

Coretan dinding membuat resah
Resah hati pencoret
Mungkin ingin tampil
Tapi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok ditiap tempat sampah, ditiap kota
Cakarnya siap dengan kuku kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama sama resah

Mengembara memahami makna cinta 
Mengurai kata di lautan jiwa 
Dihadapanmu aku tak bisa berdusta 
Mencintaimu adalah mencintai hidup
Anak wayang di ambang gamang 

Berlayar di samudera telanjang 
Membawa api menjelajahi cakrawala 
Dimana air mata bukan lagi duka
Merindukanmu disaat hilang arah 

Memelukmu lalu meninggalkanmu 
Aku sudah basah aku pasrah 
Mencintaimu adalah mencintai hidup
Aku bukan sedang berduka 

Aku sedang menghadapi cinta 
Aku sedang menghadapi prahara 
Dimana air mata bukan lagi duka

Minggu, 27 Januari 2013

Pulanglah Pak
Lirik: Fitri Nganti Wani
Lagu: Iwan Fals


Pulanglah, Pak
Kami sekeluarga menunggumu, Pak
Kawan-kawanmu juga menunggumu, Pak

Pulanglah, Pak
Apakah kamu tidak tahu
Indonesia pecah, Pak?

Pipa-pipa menancap ditubuh pertiwi kita
Asap-asap dari pabrik-pabrik mengotori pertiwi kita, Pak
Limbah-limbah membuat sungai-sungai dan kali-kali tercemar
Kami terpaksa tutup hidung, Pak

Pertiwi kita menangis
Pertiwi kita butuh kamu, Pak
Oooh...

Pulanglah, Pak
Apakah kau tidak ingat aku lagi?
Aku anakmu, Pak
Aku, adik, ibu dan semua orang merindukanmu, Pak
Apakah hanya dengan doa-doa saja
Aku harus menunggu?

Penguasa...! Kembalikan bapakku...!
PENGUASA...! KEMBALIKAN BAPAKKU...!

dengarkanlah isi hatiku

  • Makna Hidup Ini
  • Selamat Tinggal Ramadhan
  • Nyatakan Saja
  • Berputar Putar
  • Air dan Batu
  • Lagu Pegangan
  • Semut Api dan Cacing Kecil
  • Kata-Kata
  • Pukul Dua Malam
  • Penjara
  • Belatung
  • Nyanyian Sopir
  • Bunga Kayu di Beranda
  • Aku Bergelora
  • Suara Dari Jalanan

album bang iwan...

1

3

5

A

B

C

D

E

H

I

K

L

M

O

O samb.

P

S

T

U

W