Kehangatan dan keakraban keluarga Iwan Fals terbukti sangat
mempengaruhi karya-karya dari sang kepala keluarga. Bulan Juni 2013 ini,
Iwan Fals merilis album terbaru bertajuk Raya, nama yang
diambil dari nama putra bungsunya, Raya Rambu Rabbani, yang kini berusia
sepuluh tahun. Berisi 18 lagu yang dibagi ke dalam dua cakram, album
ini berisi ungkapan kegembiraan, kegelisahan, dan kesedihan penyanyi
yang akrab disapa Bang Iwan ini.
"Udah lama nggak bikin lagu sejak album Keseimbangan,
ini bukti kalau saya pemusik. Ini jadi catatan-catatan saya tiga tahun
setelah itu. Keputusan bareng-bareng ambil nama Raya," kata Iwan dalam
peluncuran dan diskusi di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta,.
Awalnya ada 24 lagu yang diciptakan Iwan, namun kemudian
diputuskan hanya 18 saja yang diambil. Menurut istri Iwan Fals, Rosana,
album ini seperti album suaminya yang sebelumnya, merupakan potret
keadaan yang harus dikemukakan dan dipedulikan. "Biar enak jadi 18 lagu.
Cikal (anak kedua Iwan --Red.) dan saya yang pilih lagunya, Mas Iwan nggak bisa milih," kata wanita yang akrab disapa Mbak Yos ini.
Iwan
mengaku terinspirasi ketika memperhatikan putra bungsunya ketika pergi
sekolah harus membawa tas yang berat. "Saya perhatikan Raya kok berat banget hidupnya. Tugas dari sekolah, pulang sore, ngaji, les, banyak banget. Kenyataannya kita harus hidup dengan gembira, penuh kesadaran, dan perjuangan," tutur pelantun lagu Aku Bukan Pilihan ini.
Dalam album Raya, ada pula suara Lea Simanjuntak yang menyanyikan dua buah lagu bersama Iwan, bertajuk Aku Ada dan Katanya. "Ini bukan pertama kali, tapi ini kesempatan berharga karena nggak semua musisi dan seniman bisa kerja sama dengan Iwan Fals, saya ngefans sama Bang Iwan dan merasa naik kelas karena ini salah satu impian saya," tutur Lea, dalam kesempatan yang sama.
Yang istimewa dalam album Raya ada sebuah lagu berjudul Dajal.net.
Menurut Iwan, lagu itu merupakan cerita mengenai fenomena teknologi
canggih yang sangat menyedot perhatian dan waktu kebanyakan orang. "Dari
qur`an sampe yang lain ada di situ. Semua orang jadi nunduk, bangun tidur langsung buka. Itu jadi pembicaraan saya dan Toto. Ini dajal, mata satu. Gadget kan layarnya juga cuma satu. Tadinya deket jadi jauh karena gadget," tutur penyanyi yang mengaku belajar lagi Iqra dari gadget juga.
Bagi
keluarga Iwan Fals, hidup adalah musikal dan berbagi. Meski Cikal
mengaku ketika Iwan Fals sedang produktif, ia tidak isaa berhenti dan
membingungkan. Namun sekeluarga mereka berharap album ini dapat memenuhi
harapan penggemar yang sudah cukup lama menunggu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar